Kamis, 10 Maret 2011

tindik lidah itu bahaya

sebagian orang memakai anting di lidah atau sering disebut tindik lidah tidak memikirkan efek sampingnya dan bahayanya , mereka mengikuti alur tren masa kini yang memakai tindikan sebanyak banyaknya di anggota tubuh dan salah satunya di lidah ini  , jika kita tahu apa resiko dari menindik lidah ini mungkin kita tidak akan sembarang tindik . masalah yang paling umum teradi setelah tindik lidah adalah pendarahan yang berlebihan dan bisa mengakibatkan infeksi , selain itu juga ada gangguan lainya seperti gngguan berbicara , maslah pernafasan dan bahkan dapat mengakibatkan patahnya gigi geligi . tindik lidah lebih berrpotensi untuk tempat terjadinya infeksi dibandingkan tempat lain yang lazim ditindik misalnya daun telinga , mengingatnya letak yang berdekatan dengan saluran pernafasan dan mengandung banyak pembuluh darah . jika terjadi infeksi pada lidah mauoun (daerah dibawah lidah ), dapat mengakibatkan pembengkakan pada lidah hingga sulit untuk bernafas .


Infeksi juga rentan terjadi karena banyaknya bakteri di dalam rongga mulut. Jika peralatan atau perhiasan yang digunakan pada saat penindikan tidak steril, maka risiko terjadi infeksi bertambah juga. Belum lagi risiko terjangkit HIV jika sebelumnya peralatan tindik digunakan oleh penderita HIV dan tidak disterilisasi. Berbagai penelitian yang melibatkan pengguna tindik lidah menemukan bahwa gesekan yang terus menerus dalam jangka panjang antara perhiasan dengan gigi dapat mengakibatkan gigi retak bahkan patah, serta kerusakan pada gusi di bagian dalam gigi (yang menghadap lidah) dan tulang penyangga gigi.

Jika kebersihan mulut tidak terjaga, plak (kotoran) dapat terkumpul di sekitar perhiasan yang ditindik ke lidah dan menjadi tempat perkembangbiakan bakteri. Hal ini dapat mengarah kepada infeksi dan pada kasus yang ekstrim dapat berujung kepada kondisi yang fatal, karena bakteri masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi organ vital seperti jantung. Jadi, pikir-pikir lagi deh kalau mau tindik lidah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar