Kamis, 07 November 2013

Pengorganisasian, struktur organisasi dan pengorganisasian sebagai fungsi manajemen

A. Pengertian Organizing atau Pengorganisasian :

Istilah organisasi mempunyai dua arti umum, Pertama, mengacu pada suatu lembaga (institution) atau kelompok fungsional, sebagai contoh kita mengacu pada perusahaan, badan pemerintah, rumah sakit, atau suatu perkumpulan olahraga. Arti kedua mengacu pada proses pengorganisasian, sebagai salah satu fungsi manajemen. 


Pengorganisasian (organizing) adalah tindakan menata ulang elemen berikut satu atau lebih aturan . Dan juga merupakan suatu cara pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan diantara para anggota organisasi sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien (Stoner, 1996). Sedangkan T Hani Handoko (1999) memberikan pengertian pengorganisasian adalah proses penyusunan stuktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupnya.


Apa pun umumnya dianggap terorganisir ketika terlihat seperti segala sesuatu memiliki urutan yang benar atau penempatan. Tapi itu hanya akhirnya terorganisir jika setiap elemen tidak memiliki perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk menemukannya. Dalam hal ini, pengorganisasian juga dapat didefinisikan sebagai menempatkan objek yang berbeda dalam pengaturan logis untuk lebih baik pencarian .

Organisasi adalah kelompok masyarakat sering mencoba untuk mengatur beberapa subjek tertentu, seperti isu politik. Jadi, bahkan ketika mengorganisir dapat dipandang sebagai definisi sederhana, bisa mendapatkan serumit mengorganisir informasi dunia.


* Sejarah :


Secara historis, umat manusia selalu mencoba untuk mengatur dirinya sendiri. Penyelenggaraan informasi dapat dilihat sejak manusia waktu mulai menulis. Sebelum itu, sejarah ini diturunkan melalui lagu dan kata. Baik itu dengan agama, buku dan kata yang diucapkan, ilmu pengetahuan, melalui jurnal dan studi, atau dengan cara lain, pengorganisasian tidak hanya sejarah, tetapi juga membantu berkomunikasi sejarah. Menulis ide dalam sebuah buku, sebagai lawan berkomunikasi secara lisan dengan seseorang, dan lebih khusus lagi katalogisasi ide dan pikiran, juga merupakan upaya untuk mengorganisir informasi.


* Sifat Organisasi :


Berikut ini adalah karakteristik penting dari organisasi : 
Pembagian kerja atau spesialisasi : Filosofi seluruh organisasi tergantung pada konsep spesialisasi. Dalam spesialisasi, berbagai kegiatan yang ditugaskan kepada orang yang berbeda yang spesialis di daerah itu. Spesialisasi meningkatkan efisiensi. Dengan demikian, organisasi membantu dalam pembagian kerja dan tugas menetapkan bagi orang yang berbeda. 
Orientasi ke arah tujuan : Setiap organisasi memiliki tujuan sendiri dan tujuan. Pengorganisasian adalah fungsi yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi secara menyeluruh. Organisasi harmoni tujuan individu karyawan dengan tujuan keseluruhan perusahaan. 
Komposisi individu dan kelompok : Individu membentuk sebuah kelompok dan membentuk kelompok organisasi. Dengan demikian, organisasi adalah komposisi individu dan kelompok. Individu dikelompokkan ke dalam departemen dan pekerjaan mereka terkoordinasi dan diarahkan ke tujuan organisasi. 
Proses terus menerus : Sebuah organisasi adalah sekelompok orang dengan hubungan pasti satu sama lain yang memungkinkan mereka untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasi. Hubungan ini tidak datang untuk mengakhiri setelah menyelesaikan tugas. Organisasi merupakan suatu proses yang tidak pernah berakhir.



* Proses Pengorganisasian 






Menurut Stoner (1996) langkah-langkah dalam proses pengorganisasian terdiri dari 5 lagkah, yaitu : 
Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. 
Membagi beban kerja kedalam kegiatan-kegiatan secara logis dan memadai dapat oleh seseorang atau oleh sekelompok orang. 
Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan dengan cara yang logis dan efisien. 
Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis. 
Memantau efektivitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas. 


Menurut T Hani Handoko (1999) proses pengorganisasian dapat ditunjukan dengan 3 langkah prosedur, yaitu: 
Perincian seluruh kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. 
Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan secara logis dapat dilaksanakan oleh satu orang. Pembagian kerja ini sebaiknya tidak terjalu berat juga dan juga tidak terlalu ringan. 
Penggadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. 


* Tujuan Organisasi 
Membantu untuk mencapai tujuan organisasi : Organisasi digunakan untuk mencapai tujuan keseluruhan. Organisasi memfokuskan perhatian tujuan individu terhadap tujuan keseluruhan. 
Penggunaan optimum sumber daya : Untuk membuat optimal penggunaan sumber daya seperti manusia, material, mesin uang, dan metode, perlu untuk merancang organisasi dengan benar. Pekerjaan harus dibagi dan orang yang tepat harus diberikan pekerjaan yang tepat untuk mengurangi pemborosan sumber daya dalam suatu organisasi. 
Untuk melakukan fungsi manajerial : Perencanaan, Pengorganisasian, Personalia, Mengarahkan dan Pengendalian tidak bisa dilaksanakan tanpa organisasi yang tepat. 
Memfasilitasi pertumbuhan dan diversifikasi : Struktur organisasi yang baik sangat penting untuk memperluas kegiatan usaha. Struktur Organisasi menentukan sumber daya input yang dibutuhkan untuk perluasan kegiatan usaha yang sama organisasi sangat penting untuk diversifikasi produk seperti membentuk lini produk baru. 
Manusia pengobatan karyawan : Organisasi harus beroperasi untuk kemajuan karyawan yang tidak harus mendorong kebosanan kerja karena tingkat spesialisasi yang lebih tinggi. Sekarang, organisasi telah mengadaptasi konsep modern dari sistem pendekatan yang didasarkan pada hubungan manusia dan membuang produktivitas tradisional dan pendekatan spesialisasi. 



* Prinsip - prinsip pengorganisasian :


Pengorganisasian dimaksudkan agar masing-masing unit menyadari kedudukan, fungsi, wewenang, dan tanggung jawabnya. Mereka bersatu dalam satu wadah bersama untuk bekerja sama demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


Agar pengorganisasian dapat berlangsung dengan baik, dan mencapai tujuan bersama dalam tata kerja yang baik. Maka perlu diingatkan prinsip-prinsip sebagai berikut : 
Masing-masing unit mempunyai kesadaran tinggi untuk sanggup menerima tujuan yang telah ditetapkan sehingga semua kegiatan setiap unit diarahkan ke tujuan bersama itu. 
Pembagian organisasi ke dalam bidang atau unit harus diatur sedemikian pas sehingga tidak ada unit atau lebih yang mempunyai tugas yang sama. 
Pembuatan stuktur Organisasi harus menggambarkan adanya satu perintah, adanya keseimbangan tugas antara unit dan sebagai dampak. Adanya kesederhanaan wewenang dan tanggung jawab agar mengurangi "span of control". 
Stuktur organisasi harus sederhana agar jalur kerja dan jalur hubungan dapat nampak jelas dan tidak terlalu bayak orang yang terlibat dalam tanggung jawab. Keterlibatan orang yang terlalu akan menghambat kerja dan merupakan suatu pemborosan. 


* Manajemen dalam pengorganisasian 


Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.


B. Definisi Struktur Pengorganisasian


Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.

Robbins (2003) memberikan definisi atau pengertian struktur organisasi sebagai pola hubungan diantara posisi-posisi dalam organisasi dan anggota-anggota dalam organisasi.


Mullins (1993) memberikan definisi atau pengertian struktur organisasi sebagai pekerjaan dan tanggung jawab, aturan kerjadan hubungan serta jalur komunikasi. Mullin (1993) mengatakan bahwa pembentukkan struktur organisasi dappat membagi pekerjaan di antara anggota-anggota organisasi dan mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas yang dilakukan sehingga semua anggota organisasi dapat diarahkan untuk mencapai tujuan.
Wagner III dan Hollenbeck (1995) memberikan definisi dan pengertian struktur organisasi sebagai jaringan yang relatif stabil dari hubungan antara personel dan tugas yang membentuk sebuah organisasi


C.Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen


Salah satu fungsi manajemen adalah mengetahui pengorganisasian yang merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting karena dengan pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi,baik yang berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainnya suatu tujuan.pentingnya pengorganisasian sebagai fungsi yang dijalankan oleh setiap manajer atau orang-orang yang menjalankan manajemendalam setiap organisasi.


Fungsi manajemen lainnya yaitu pengorganisasian,yang sama pula pentingnya dengan fungsi perencanaan karena dalam pengorganisasian seluruh sumber(resources) baik berupa manusia maupun yang nonmanusia harus diatur dan paduakan sedemikian rupa untuk berjalannnya suatu organisasi dalam rangkai pencapaian tujuannya. Pemahaman tentang pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen,akan memberikan kejelasan bahwa proses pengaturan di dalam organisasi tidak akan selesai,tanpa diikuti oleh aktuasi yang berupa bimbingan kepada manusia yang berada di dalam organisasi tersebut,agar secara terus-menerus dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.


A. Pengorganisasian Fungsi


Organisasi dirumuskan sebagai pembagiaan pekerjaan diantara orang-orang yang usahannya dikoordinasikan untuk mencapai sasaran-sasaran khusus Sebagai dinamika dari pembagian kerja maka organisasi merupakan proses dari adanya kegiatan berbagai orang sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing yang bekerja bersama-sama untuk mencapai atau mewujudkan tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi sebagai proses dilandasi oleh suatu keetaatan bahwa pembagian pekerjaan dilaksanakan dan harus di laksanakaan sedamikian rupa sehingga mampu merangsang kerelaan bekerja sama. Di dalam proses organisasi mengalami pertumbuhan,pengembangan, perbaikan,atau penyempurnaan agar dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan warga anggotanya dan kebutuhan masyarakat sekelilingnya. Organisasi sebagai sistem di samping dipengaruhi oleh segi intern sendiri juga dipengruhi oleh lingkupan di luarnya.Dengan demikian,adanya pertumbuhan,pengembangan,perbaikan,ataua penyempurnaan pada hakiaktnya organisasi sebagai hasil dari proses yang ber;angsung terus-menerus.Organisasi sejalan dengan tujuan yang hendak di capai akna bergerak dinamis.Mengendalikan organisai merupakan tugas bagi manajer tingkat puncak.tindakan mengorganisasi merupakan kegiatan utama bagi manajer puncak dan sebagian tugas itu dapat didelegasikan kepada manjer dibawahnya.


B. Organizing

Fungsi manajemen yang terpenting yang kedua ialah pengorganisasian atau organizting.Fungsi tersebut dijalankan oleh semua manajer pada semua tingkatan. Pengorganisaian mengantar semua sumber dasar(manusia dan nonmanusia)kedalam suatu pola tertentu sedemikian rupa sehingga orang-orang yang bekerjaan dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Pengorganisasian mempersatupadukan orang-orang di dalam kerja yang satu dengan kerja yang lian-lain untuk saling berhubungan. Seorang manajer yang ingin bertindak berhasil guna,seharusnya telah menguasai :


1. Tindakan apa saja yang harus dilakukan


2. Siapa-siapa yang harus membantunya


3. Kepada atasan yang mana ia harus membuat dan menyampaikan laporannya


4. Siapa saja bawahan yang harus lapor kepadanya


5. Pengetahuan tentang organisasi dari seluruh kelompok yang bekerja sama dan tempatnya dalam organisasi tersebut,serta


6. Saluran-saluran komunikasi resmi yang dipergunakan untuk melancarkan kegiatan organisasi






Pihak karyawan (bawahan) juga perlu mengetahui


1. Jenis pekerjaan yang dipadukan


2. Batas-batas jelas antara pekerjanya denagn pekerja lainnya


3. Hubungan pekerjaannya dengan pekerjaan teman-teman sekelompoknya ,dan


4. Anggota kelompok kerja terdekat yang terjalin kesinambunagn tugasnya

Jadi secara keseluruhan,pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manjemen amatlah penting karena tanpa ada langkah ini,tidaklah terwujud,seperti orgnanisasi,uraian tugas wewenang dan tanggung jawab,uraian kaitan tugas atau pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lain.Sementara itu,sumber-sumber dasar (manusia dan nonmanusia) tidak dapat digerakan untuk mencapai tujuan sebagaimana telah diterapkan atau melalui perencanaan.








Sumber :






Jumat, 18 Oktober 2013

Perencanaan penetapan manajemen

C. Manfaat perencanaan?

    Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setiap kegiatan organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun perencaan anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya[1]. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan. Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan ekternal yang berubah dinamis[2]. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan)[3]. Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang akan dijalankan untuk meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan organisasi di waktu yang akan datang. Perencanaan organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha[4]. Pokok pembahasan dalam paper ini berfokus pada perkenalan konsep perencanaan, alasan pentingnya perencanaan dalam mencapai tujuan dan bagaimana mengefektifkan perencanaan tersebut. Perencanaan bertujuan untuk: 1. Standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaannya. 2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan. 3. Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya. 4. Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan. 5. Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat, biaya, tenaga, dan waktu. 6. Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan. 7. Menyerasikan dan memadukan beberapa subkegiatan. 8. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui. 9. Mengarahkan pada pencapaian tujuan. MANFAAT PERENCANAAN 1. Standar pelaksanaan dan pengawasan 2. Pemilihan berbagai alternative terbaik 3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan 4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi 5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan 6. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan, 7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti. Sumber: 1. http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2077093-tujuan-perencanaan-dan-manfaat-perencanaan/#ixzz2VXVCtqVa 2. http://adieth12.blogspot.com/2012/04/pentingnya-perencanaan-sebagai-salah.html

D. Jenis Perencanaan dalam organisasi

  Jenis-jenis perencanaan dibagi menjadi dua, yaitu :
Perencanaan strategis,
Perencanaan ini adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara menyeluruh. Wirausahawan memandang organisasi sebagai suatu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukannya dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasinya.
Perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Wirausahawan menggunakan  sistem rencana ini untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagai bagian organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam kurun waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun

Perencanaan penetapan manajemen

A. Definisi planning?

   Dalam manajemen perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semuafungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

B. Langkah_langkah dalam menyusun perencanaan

    Secara garis besar, langkah-langkah perencanaan pendidikan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni perencanaan strategi dan perencanaan operasional pendidikan. Perencanaan strategi menyangkut penetapan kebijaksanaan yang diambil dalam soal pendidikan, pendekatan yang dipakai, serta tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Sedangkan perencanaan oprasional berkaitan dengan penetapan alternatif upaya yang dipakai untuk merealisasikan perencanaan stertegi dan tujuan perencanaan tersebut dalam bentuk metode, prosedur dan koordinasi.. Perencanaan strategi disebut olehCunningham sebagai “ Doing the right things”, sedangkan perencanaan oprasional disebut sebagai “doing things right”. Jadi dalam perencanaan strategi yang direncanakan adalah bagaimana melakukan sesuatu yang benar, sementara dalam perencanaan oprasional yang direncanakan adalah bagaimana mengerjakan sesuatu itu secara benar.

pengantar

1. Manejemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur."Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

2. Kepmimpinan

Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang leadership dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Leadership tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara  berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.



Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandangleadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.






Minggu, 08 September 2013

Secret of ?

Saat terdiam, banyak pertanyaan yang melintas
terkadang seperti ada sesuatu yang disembunyikan
tetapi tak tersadar pula hal apa itu...

 Disaat orang lain yang menyadarinya terlebih dahulu
 layaknya si keledai yang tidak tahu apa apa
 tapi keledai pun tak selamanya bodoh
 Saat mulai menyadarinya aneh, senang, bahagia, dan takut
 kenapa harus aku ? apakah aku boleh memilih , jangan aku orangnya!
 tapi ya, ini anugerah tuhan aku hanya manusia tak berdaya
 yang tidak bisa menghindar dari apa yang sudah  di beri tuhan
 namamu selalu aku selipkan dalam doaku
 rasa sedih, bahagia, dan sakit pun aku nikmati
 tak bisa dipungkiri tawa dan kata katamu selalu dirindukan.

 Tetapi apakah aku lebih memilih sebelumnya yang tidak tahu apa apa
 karena semuanya belum berubah menjadi dingin seperti sedang bermain dengan hujan
 tetapi hujan pun bukankah akan berbaik hati ia akan berhenti
 karna temannya sudah tak kuat dengan rasa  dingin.
 apakah ini jawaban ataukan tantangan dari tuhan?
 apakah harus terus melangkah atau berhenti sampai disini?
 apakah ada jawabannya atau tetap menjadi misteri. 
 senyuman kecil yang tergores melihat sesuatu yang tak ingin dilihat dan tak ingin didengar.
 tetapi satu yang kuketahui mencintai dengan ikhlas
 membuat tahu apa yang harus diperbuat, besikap, dan  menghargai.

tanda ?

Setiap hari kita bertemu canda, tawa, dan berbagi cerita hal biasa yang kita lakukan saling memberi kritik dan pujian ibarat anak kecil yang diberi ibunya sambal pedas dan sebuah ice cream kata maaf dan terimakasih sudah tak perlu diucapkan ya, itu kita saling menerima satu sama lain ikhlas dalam menjalani semua pertemanan,persahabatan, hingga persaudaraan sebuah ketulusan itu yang sangat mahal seperti orang orang kaya membeli barang barang mewah tetapi jika barang mewah tersebut rusak dan pecah rasa sesak mengingat perjuangan untuk membeli barang itu tersebut dan sulit untuk diperbaiki seperti baru seperti persahabatan yang sudah hilang kepercayaan dan sudah ada kekecewaan seperti kehilangan salah satu anggota badan

Selasa, 18 Juni 2013

Bentuk - bentuk Utama dalam Terapi

A. Terapi supportive Suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki kondisi yang mendasarinya, melainkan meningkatkan kenyamanan pasien. Penyembuhan Supportif (Supportive Therapy) Merupakan perawatan dalam psikoterapi yang mempunyai tujuan untuk : · Memperkuat benteng pertahanan (harga diri atau kepribadian) · Memperluas mekanisme pengarahan dan pengendalian emosi atau kepribadian · Pengembalian pada penyesuaian diri yang seimbang. Penyembuhan supportif ini dapat menggunakan beberapa metode dan teknik pendekatan, diantaranya : · Bimbingan (Guidance) · Mengubah lingkungan (Environmental Manipulation) · Pengutaraan dan penyaluran arah minat · Tekanan dan pemaksaan · Penebalan perasaan (Desensitization) · Penyaluran emosional · Sugesti · Penyembuhan inspirasi berkelompok (Inspirational Group Therapy) Menurut Kembaren (2009), tujuan dari supportive therapy adalah untuk menguatkan daya tahan mental yang telah dimilikinya, mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Terdapat beberapa bentuk Supportive Therapy, antara lain : Ventilasi : suatu bentuk psikoterapi suportif yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pasien untuk mengemukakan isi hatinya dan sebagai hasilnya ia akan merasa lega serta keluhannya akan berkurang Persuasi : suatu bentuk psikoterapi suportif yang dilakukan dengan menerangkan secara masuk akal tentang gejala-gejala penyakitnya yang timbul akibat cara berpikir, perasaan, dan sikapnya terhadap masalah yang dihadapinya. Reassurance : suatu bentuk psikoterapi suportif yang berusaha meyakinkan kembali kemampuan pasien bahwa ia sanggup mengatasi masalah yang dihadapinya Sugestif : suatu bentuk psikoterapi suportif yang berusaha menanamkan kepercayaan pada pasien bahwa gejala-gejala gangguannya akan hilang Bimbingan : suatu bentuk psikoterapi suportif yang memberi nasihat dengan penuh wibawa dan pengertian Penyuluhan : adalah psikoterapi suportif yang membantu pasien mengerti dirinya sendiri secara lebih baik agar ia dapat mengatasi permasalahannya dan dapat menyesuaikan diri B. Penyembuhan Reedukatif (Reeducative Therapy) Suatu metode pnyembuhan yang mempunyai bertujuan untuk mengusahakan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran/tujuan hidup, dan untuk menghidupkan kembali potensi. Adapun metode yang dapat digunakan antara lain : · Penyembuhan sikap (attitude therapy) · Wawancara (interview psychtherapy) · Penyembuhan terarah (directive therapy) · Psikodrama · Dan lain-lain. Tujuan dari reeducative therapy adalah untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri kembali, memodifikasikan tujuan dan membangkitkan serta mempergunakan potensi kreatif yang ada. Cara-cara psikoterapi reedukatif antara lain ialah sebagai berikut : Terapi hubungan antar manusia (relationship therapy) Terapi sikap (attitude therapy) Terapi wawancara (interview therapy) analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf Meyer) Konseling terapetik Terapi case work Reconditioning Terapi kelompok yang reedukatik Terapi somatik 2 C. Penyembuhan Rekonstruktif (Reconstructive Therapy) Penyembuhan rekonstruktif mempunyai tujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan pertunbuhan kepribadian dengan mengembangkan potensi. Metode dan teknik pendekatannya antara lain : · Psikoanalisis · Pendekatan transaksional (transactional therapy) · Penyembuhan analitik berkelompok Reconstructive therapy adalah terapi yang menyelami alam tak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisa daripada transfersi. Tujuannya adalah untuk merubah kepribadian sehingga tak hanya tercapai suatu penyesuaian diri yang lebih efisien, akan tetapi juga suatu maturasi daripada perkembangan emosional dengan dilahirkannya potensi adaptif baru http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoterapi http://ghufron-dimyati.blogspot.com/2011/10/psikologi-agama-6-kelas.html http://www.lahargokembaren.com/2009/11/psikoterapi-suportif.html http://rinisuryaningputrisetyawati.blogspot.com/2011/04/reeducative-therapy.htm